Templates by BIGtheme NET

TUJUAN DAN SASARAN

Share

Tujuan

1. Tujuan Umum

Tercapainya kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga untuk meningkatkan Sumber daya manusia menuju Kabupaten Sukabumi yang lebih baik.

2. Tujuan Khusus

  • Meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku masyarakat dan keluarga untuk memantapkan kepedulian dan peranserta dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik.
  • Menyelenggarakan pelayanan Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang berkualitas sebagai upaya mencapai keluarga kecil yang berkualitas
  • Meningkatkan kepedulian dan peranserta masyarakat melalui Lembaga Swadaya, dan Institusi swasta dan perorangan untuk menjadi pengelola dan pelaksana Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)

 

Sasaran

  1. Sasaran Kuantitatif
  2. Peserta KB:
    • Peserta KB Baru             :  267 Akseptor
    • Peserta KB Aktif             :  157 Akseptor
    • Total Fertility Rate (TFR) : 2,2
  3. Meningkatnya Jumlah Keluarga yang melahirkan pada usia ideal dengan jarak melahirkan yang sehat.
  4. Meningkatnya jumlah wanita yang kawin di atas usia 20 Tahun.
  5. Meningkatkan jumlah keluarga yang secara aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas keluarga antara lain : melaui kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi Konsultasi Remaja (PIK-Remaja), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), Kampung Keluarga Kecil Berkualitas (Kampung-KKB) dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
  6. Meningkatnya tingkat kemandirian dalam kesertaan ber KB sampai 30 % dari total peserta KB dengan cara modern.
  7. Tumbuh kembangnya 100% PPKBD di tingkat Desa/Kelurahan 75% Sub PPKBD di tingkat Dusun/RW dan 70% Kelompok KB di Tingkat RT.

 

Sasaran Kualitatif.

  • Terselenggaranya penataan dalam kelembagaan dan pelayanan KB sesuai dengan perkembangan dan dinamika Program.
  • Terselenggaranya peningkatan dan pemantapan koordinasi keterpaduan dan mutu pelayanan.
  • Terselenggaranya kemampuan profesional pelaksana dan pengelola KB dalam rangka memperbesar cakupan sasaran secara merata, berkualitas.
  • Meningkatnya rasa kepuasan masyarakat dalam memperoleh pelayanan KB atas dasar mudah, aman, cepat dan terjangkau.
  • Meningkatnya ketahanan dan kesejahteraan keluarga dengan mendukung berbagai kegiatan lintas sektoral secara terpadu.

 

Sasaran Khalayak

  • Keluarga baru
  • Keluarga balita
  • Keluarga remaja
  • Keluarga Dewasa
  • Keluarga Lansia
  • Remaja
  • Pelaksana/Pengelola Pengendalian Penduduk dan KB
  • Masyarakat

Sasaran Wilayah

  • Pedesaan
  • Perkotaan
  • Pantai
  • Berkembang (kumuh)
  • Pemukiman baru
  • Industri/perusahaan
  • Keagamaan/adat
  • Terpencil (sulit dijangkau)
  • Tertinggal

 

Kebijakan

Umum

Peningkatan pengendalian kualitas penduduk yang didasarkan pada keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta kondisi perkembangan sosial ekonomi dan sosial budaya utamanya melalui upaya peningkatan keterpaduan dan peran serta masyarakat dengan menyiapakan jaringan institusi yang tangguh, menyebarluaskan pesan pembangunan kependudukan, keluarga berencana  dan pembangunan keluarga (KKBPK).

Khusus

  • Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dan keluarga untuk meningkatkan kepedulian dan peranserta dalam upaya mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
  • Peningkatan kualitas keluarga melalui pengaturan kelahiran, peningkatan kualitas pelayanan, pendewasaan usia perkawinan serta penyiapan generasi muda dan remaja.
  • Peningkatan kelembagaan Program KKBPK melalui kepedulian dan peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, Kelompok wanita, generasi muda dan keluarga.

Strategi

  • Penguatan dan pemaduan kebijakan pelayanan KB – KR;
  • Penyediaan sarana dan prasarana serta jaminan ketersediaan alat dan obat kontrasepsi yang memadai;
  • Peningkatan pelayanan KB – MKJP;
  • Meningkatkan pembinaan kesertaan ber KB bagi pengguna kontrasepsi non MKJP dalam meningkatkan keberlangsungan kesertaan ber-KB;
  • Peningkatan penggerakan dan penguatan kapasitas Tenaga Lapangan KB dan Tenaga pelayanan KB;
  • Advokasi program KKBPK kepada para Pembuat Kebijakan, serta promosi dan penggerakkan masyarakat;
  • Meningkatkan Advokasi, KIE dan Penggerakan Integrasi Pembangunan Lintas Sektor di Kampung KB dan SSK
  • Pembinaan ketahanan dan pemberdayaan keluarga melalui kelompok kegiatan bina keluarga dalam rangka melestarikan kesertaan ber-KB;
  • Penguatan tata kelola Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui penguatan landasan hukum dan kelembagaan.

STRATEGI OPERASIONAL

1. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB statis baik jalur pemerintah maupun swasta

  • Penguatan fasilitas pelayanan KB statis di faskes KB pemerintah dan swasta dengan Intensitas penggarapan pelayanan KB
  • Penguatan kapasitas SDM pemberi layanan KB dengan Mendorong peningkatan kompetensi dalam pelayanan KB bagi provider
  • Fasilitasi alkon mandiri bagi Peserta Non JKN melalui Peningkatan dukungan baik dari BKKBN, BPJS maupun sumber-sumber lainya dalam penggarapan KB

2. Mendekatkan akses melalui Pelayanan KB Bergerak

  • Penetapan daerah pelayanan KB bergerak
  • Daerah yang sulit dijangkau atau belum tersedia Faskes yang memenuhi syarat untuk pelayanan KB
  • Daerah dengan AKI tinggi, unmet need tinggi dan CPR rendah
  • Pemilihan daerah dilakukan oleh Dinkes setempat bersama BPJS Kesehatan, Asosiasi Faskes dan SKPD KB setempat
  1. b. Komposisi pengiriman tenaga kesehatan

Melakukan koordinasi dan memastikan bahwa tim yang dikirim mampu atau kompeten dalam pelayanan KB terutama KB MKJP

  1. c. Penyediaan fasilitas kesehatan tertentu

Mobil Unit Pelayanan (MUYAN) dan Mobil Unit Penerangan (MUPEN) dapat dimanfaatkan untuk pelayanan KB bergerak.

3. Prioritas peningkatan MKJP

  • Penetapan segmentasi wilayah sasaran dengan CPR Rendah dan Unmet Need tinggi
  • Peningkatan Promosi dan KIE KB – MKJP bagi PUSMUPAR
  • Intensifikasi dan ekstensifikasi pelayanan KB – MKJP di wilayah khusus dan di wilayah kumuh miskin perkotaan
  • Peningkatan kesertaan KB Pria

4. Pembinaan kelangsungan kesertaan ber KB

  • Penguatan pelayanan peserta KB ulangan dan penanganan efek samping/ komplikasi kontrasepsi
  • Pembinaan kelangsungan kesertaan ber-KB
  • Pembinaan partisipasi masyarakat dalam kesertaan ber-KB

5. Peningkatan Kesertaan ber KB bagi peserta JKN/ BPJS

  • Peningkatan dan pengembangan kerjasama dalam pelaksanaan pelayanan peserta KB pada fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta
  • Peningkatan dan pengembangan kerjasama dalam pelaksanaan distribusi Alat dan Obat Kontrasepsi,

6. Pendayagunaan Potensi Kemandirian ber KB di Masyarakat

  • Peningkatan dan pengembangan Advokasi, KIE dan Penggerakan KB Mandiri pada Lini Lapangan
  • Peningkatan dan pengembangan pelaksanaan pelayanan KB Mandiri melalui Fasilitas Kesehatan Swasta.

7. Peningkatan pelayanan unmet need & paska persalinan paska keguguran

  • Peningkatan peserta KB – Baru pasca persalinan dan pasca keguguran di setiap jenjang fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta
  • Peningkatan pelayanan peserta KB – Baru terhadap kelompok unmet need

8. Integrasi promosi dan konseling kesehatan reproduksi dalam pelayanan KB – KR

  • Peningkatan promosi dan konseling kespro di semua tingkatan faskes
  • Penanggulangan infertilitas sekunder dan pelayanan IUD plus Papsmear/ IVA

9. Optimalisasi peran mitra kerja dalam penggarapan KB

  • Peningkatan koordinasi dengan mitra kerja dalam penetapan wilayah sasaran
  • Optimalisasi pelaksanaan MoU/PKS yang sudah dilaksanakan bersama mitra kerja
  • Integrasi pelayanan KB kesehatan dengan mitra kerja
  • Peningkatan dukungan pembiayaan Public private partnership (CSR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*